Hari Ibu Diperingati dengan Sepakbola Dangdut

Hari Ibu Diperingati dengan Sepakbola DangdutPINRANG, UPEKS–Peringatan Hari Ibu yang ke-83 di Pinrang, berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana dilaksanakan pertandingan sepak bola dangdut yang diikuti dharma wanita, bhayangkari dan persit kartika chandra kirana.
Puncak peringatan dilaksanakan di halaman kantor bupati pada Kamis 22 Desember 2011, dan sebagai inspektur upacara yaitu Dandim 1404, Letkol Inf Amrin Ibrahim.
Dalam sambutan seragam Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dibacakan bahwa peringatan Hari Ibu ke-83, harus digunakan sebagai momentum yang paling strategis, untuk melihat kembali perjuangan pergerakan perempuan Indonesia yang diwujudkan dalam kongres perempuan Indonesia yang pertama, tanggal 22-25 Desember 1928.
Tahun 2011 ini, peringatan Hari ibu ke-83 akan fokus pada aspek ekonomi, sehingga kaum perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang budaya ,agama dan status sosial, dapat melakukan introspeksi kembali terhadap upaya dan perjuangan yang telah dilakukan kaum perempuan di bidang ekonomi, dalam rangka perbaikan kualitas hidup perempuan dan anak, keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia.
Usai upacara dilanjutkan dengan beberapa penyerahan bantuan, yakni dua unit motor sampah dan 28 gerobak sampah oleh Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang, Hj Andi Dewiyani Aslam, kepada Kepala Dinas Kebersihan Pinrang.
Ada juga bantuan pengembangan model kelembagaan perlindungan sosial, berupa mesin jahit dan sembako dari Dinas Sosial kepada kelompok Kube Melati dan Kube Mekar.
Penyerahan bantuan peralatan pengolahan bandeng tanpa duri sebanyak 5 paket, kepada Kelompok Mekar Sari oleh Dinas Perikanan, bantaun modal kepada kelompok wanita optimalisasi pekarangan oleh Ketahanan Pangan.

Rayakan Hari Ibu dengan Cek Kanker Serviks Gratis!

Bertepatan dengan Hari Ibu, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program Bulan Cegah Kanker Serviks yang menyediakan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) secara gratis. Acara ini berlangsung pada tanggal 20 Desember 2011 sampai 15 Januari 2012 dan tidak dipunggut biaya alias gratis.


Demikian disampaikan oleh ujar dr Ariani Murti, sekretaris Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dalam acara Peluncuran Program Bulan Cegah kanker Serviks di Puskesmas Kecamatan Jagakarsa, Kamis (22/12/2011).


Program ini, lanjut Ariani, merupakan bentuk sinergi dari berbagai organisasi dan pemerintah yang peduli pada pencegahan kanker serviks, yaitu: FCP-FKUI/RSCM (Female Cancer Program – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia), IPKASI (Inisiatif Pencegahan Kanker Serviks Indonesia), Pemerintah Daerah Provinsi DKI – Khususnya Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, PKK DKI Jakarta, YKI Pusat dan YKI DKI, POGI Jaya (Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia – DKI Jakarta), HOGI (Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia), serta Kementerian Kesehatan Direktorat Penyakit Tidak Menular.


“Program ini menargetkan setidaknya 6000 perempuan di DKI Jakarta. Jadi kalau ada ibu-ibu yang didapati hasilnya positif, bisa segera ditangani oleh Puskesmas atau dirujuk kerumah sakit,” katanya.


Pemeriksaan IVA gratis ini dilangsungkan di 34 titik layanan yang tersebar di Jakarta. Terdiri dari 25 Puskesmas, 3 kantor YKI (YKI Pusat-Menteng, YKI DKI SUnter, dan YKI Lebak Bulus) serta 6 jaringan RS Budi Kemuliaan).


Berikut ini adalah Puskesmas dan rumah sakit yang bisa Anda kunjungi untuk melakukan pemeriksaan IVA gratis:


Jakarta Pusat

PKC Gambir
PKC Johar baru
PKC Senen
PKL Harapan Mulia
PKL Tanah Tinggi
PKC Kemayoran
PKL Serdang
PKL Utan Panjang
PKL Kebon kosong 1
YKI Pusat
BKIA Bd Kemuliaan Petasan
RS Budi kemuliaan Petojo


Jakarta Timur

PKC Duren Sawit
PKC Jatinegara
PKC Matraman
PKC Pulogadung
PKL Pondok Kelapa
PKL Cipinang Muara
PKC Kramat Jati
Jakarta Utara

PKC Koja
PKC Pademangan
PKC Tanjung Priok
PKL Pademangan Barat 1
YKI DKI Sunter


Jakarta Selatan

PKC Cilandak
PKC Jagakarsa
PKC Setiabudi
YKI Lebak Bulus
RS Budi Kemuliaan Dempo
RS Budi Kemuliaan Guntur


Jakarta Barat

PKC Kembangan
PKC Cengkareng
RS Budi Kemuliaan Grogol
RS Budi Kemuliaan Pekojan

Keterangan:

PKC = Puskesmas Kecamatan
PKL = Puskesmas Kelurahan


Sementara itu, Dr. Laila Nuranna, SpoG (K) selaku Ketua Panitia BCKS dan Koordinator FCP/FKUI mengatakan, masih tingginya angka kejadian kanker serviks disebabkan rendahnya cakupan skrining. Ia menyebutkan, 70 persen kasus kanker serviks diketahui pada stadium lanjut.


“Metode IVA terbukti baik, murah dan dapat dilakukan di daerah-daerah karena hanya memerlukan peralatan sederhana, biaya rendah dan dapat dilakukan oleh dokter umum, bidan dan perawat terlatih,” katanya ditempat yang bersamaan.


Metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) adalah pemeriksaan dini kanker serviks oleh dokter, bidan dan perawat terlatih  dengan cara mengoleskan asam asetat/cuka dapur yang diencerkan (3-5 persen) ke serviks untuk melihat kondisi serviks (leher rahim)

Incoming search terms:

  • angka kejadian kanker rahim di dinas kesehatan

Hari Ibu, Siswa SD SAIMS Angkat Legenda Lokal Sarip Tambak Oso


Surabaya – Beragam kegiatan diwujudkan memperingati Hari Ibu. Seperti yang dilakukan siswa-siswi Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SD SAIMS). Mereka mengangkat legenda lokal masyarakat Surabaya, Sarip Tambak Oso.

Aksi ini digelar di depan gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jawa Timur, Jalan Manyar Surabaya, Kamis (22/12/2011) dengan berbusana ala Sarip dan Ibunya. Diharapkan menjadi cerminan karakter yang patut ditiru oleh anak-anak


50 Siswa kelas 1 SD SAIMS dengan membagikan flyer berbentuk daun semanggi yang berisi 4 karakter Sarip yakni pemberani, simpatik, religius dan patuh pada ibu. Para siswa juga membentangkan beberapa spanduk berukuran 80 x 50cm bertuliskan harapan mereka agar legenda Sarip Tambak Oso tidak hanya dibaca, melainkan diteladani sifat baiknya.


“Sarip adalah pemuda asal Desa Tambak Oso di selatan daerah Gunung Anyar Surabaya. Sarip hidup di masa penjajahan dikenang sebagai pahlawan yang gagah berani melawan penjajah, membela kaum lemah, rajin beribadah dan sangat patuh pada ibunya,” terang Ferdiansyah kepada anak didiknya.


Para siswa juga longmarch dari Perpusda menuju ke Panti Wreda khusus wanita Hargo Dedali di Jalan Manyar Kartika IX/22-24, Surabaya. Anak-anak mengucapkan selamat hari ibu kepada penghuni panti jompo dengan menyanyikan lagu ‘Kasih Ibu’ diiringi gesekan musik biola oleh Canina Kaysha.


Puncaknya, tiga siswa (Dilla, Reza, Faiz) bergantian bercerita tentang legenda Sarip Tambak Oso untuk para nenek. Mbah Niem (108), salah satu penghuni Panti Hargo Dedali yang paling tua mengaku sangat gembira atas kedatangan anak-anak.


“Saya sangat bahagia melihat kedatangan mereka, jadi ingat sama cucu dan buyut saya,” ungkap Mbah Niem dengan bibir gemetar.


Dengan mengenang legenda Sarip Tambak Oso diharapkan anak-anak bisa memahami pentingnya berbakti dan patuh pada orang tua, utamanya kepada ibu. Rasa patuh pada ibu semoga menjadi salah satu karakter yang dimiliki anak-anak sehingga kelak menjadi generasi hebat.

Hari Ibu Kiprah Perempuan

PERAN  perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi menuju kesejahteraan bangsa. Demikianlah tema peringatan Hari Ibu ke 83 tahun 2011. Ny.Hj.Elly Hendrawati Kamboja SP berharap dengan tema tersebut diharapkan dapat meningkatkan dan menyegarkan aspirasi masyarakat bahwa keterlibatan perempuan di bumi nusantara mengiringi kebangkitan nasional  pada tahun 1908. “Sehingga peran perempuan masa lalu dan masa kini tidak bisa diabaikan begitu saja,”  katanya.

Ketua panitia pelaksana Hari Ibu ke 83 tahun 2011 menuturkan kaum perempuan Indonesia bersama-sama kaum laki-laki merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari warga negara dan sebagai pejuang bangsa dalam menegakkan dan mengisi kemerdekaan serta membangun bangsa secara menyeluruh sesuai kodrat dan kemampuannya.  Begitu juga kegiatan Hari Ibu ke 83 tahun 2011 di Ketapang, dilaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya ziarah ke Makam Pahlawan Tanjungpura, lomba bercerita dalam Bahasa Inggris unutk SD, SMP dan SMA. Bhakti sosial berupa sunatan massal serta gerak jalan santai.


Menurut dia, maksud dan tujuan dari pelaksanaan hari ibu adalah  agar seluruh warga negara Indonesia  laki-laki dan perempuan terutama  generasi muda  senantiasa mengenang , menyegarkan kembali ingatan akan pentingnya pemahaman dan penghayatan serta arti perjuanga ndan kebangkitan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.


Tak kalah penting adalah meningkatkan aspirasi masyarakat terhadap keseluruhan kodrat, harkat dan martabat  serta peranan  dan kedudukan perempuan Indonesia dalam upaya meningkatkan keutuhan, kesejahteraan keluarga dan masyarakat melalui peningkatan kualitas, peran sertanya baik pribadi, mandiri maupun organisasi dalam berbagai aktivitas pembangunan.Dengan dilakukan peringatan hari ibu maka diharapkan meningkatkan kiprah perempuan Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan, berkeluarga bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terutama  pembangunan nasional yang berkelanjutan guna tercapainya tujuan pembangunan nasional  dan 7 gender (KKG) antara perempuan dan laki-laki.  “Demikian juga meningkatkan kualitas hidup perempuan dalam berbagai aspek  kehidupan dan pembangunan,” katanya

Peringati Hari Ibu, Arumi Bachsin Introspeksi Diri

JAKARTA – Bagi pesinetron Arumi Bachsin, Hari Ibu merupakan hari untuk introspeksi diri, sekaligus menghormati jasa ibu yang selama ini menjaganya.  
“Hari ini dipertunjukkan rasa hormat itu kepada ibu, di mana kita bisa introspeksi lagi. Sengaja dibuat di Indonesia untuk mengingatkan,” kata Arumi di launching Balon Raksasa Hi Flyer, di TMII, Jakarta Timur, Kamis (22/12/2011).
Setiap tanggal 22 Desember, mantan kekasih Miller itu memiliki tradisi memberikan kado spesial untuk sang bunda.
“Ada tradisi kasih kado, ada deh kadonya. Responnya mama Al, apapun yang diberikan, enggak bisa mengganti jerih payah, perjuangan ibu untuk kita,” jelasnya.
Meski pernah bermasalah dengan sang bunda, beberapa waktu lalu, namun dia selalu menjaga komunikasi dengan baik. Dan berharap ke depannya dapat menjadi anak yang membanggakan orangtua, terutama sang bunda.
“Pastinya me and mom tidak pernah bisa putus, yang pasti erat sama mama. Enggak akan pernah tergantikan yang bisa saya berikan ya just me become a good daughter,” tandasnya.

Membumikan Hari Ibu

TIDAKLAH salah jika setiap peringatan Hari Ibu, 22 Desember, senantiasa diwarnai dengan berbagai seremoni sebagai bentuk penghargaan sekaligus momentum untuk mengingatkan kembali peran ibu yang demikian besar dalam berbagai dimensi.

Peringatan Hari Ibu berangkat dari 22 Desember 1928, saat Kongres Perempuan pertama di Indonesia diselenggarakan. Momentum peringatan ini diharapkan akan membawa dampak bagi sikap dan mental anak bangsa untuk terus menghargai ibu dan menempatkannya sebagai bagian penting dalam kehidupan.


Dalam agama mana pun, ibu merupakan sosok yang memperoleh tempat terhormat. Islam, misalnya, di sejumlah ayat dalam Alquran dijelaskan peran ibu dan kewajiban umat untuk berbakti. Demikian halnya dalam salah satu hadis Rasul menjelaskan ibu sebagai orang yang harus paling dihormati. Rasul menyebutnya hingga tiga kali, baru kemudian sang ayah.


Secara sosiologis, ibu memiliki peran yang sangat besar dalam membangun peradaban masyarakat. Peradaban masyarakat terbentuk dari budaya keluarga. Di sanalah, ibu memiliki peran yang sangat strategis. Dalam lingkup keluarga, ibu  sebagai sosok yang melahirkan, mendidik, dan membimbing. Seorang ibu adalah sosok yang berkorban tanpa pamrih. Peran ibu tidak dapat tergantikan. Ibulah yang melahirkan dan menyusui. Tidaklah mengherankan jika kemudian ibu mampu menentukan karakter dan menanamkan nilai-nilai pengorbanan bagi sang anak dan menjadi dorongan bagi sang suami dalam segala aktivitasnya.


Ibu yang cerdas akan melahirkan anak yang pintar dan keluarga yang terdirik yang kemudian akan mampu membangun masyarakat yang bermartabat. Atas dasar itulah, sungguh tepat jika kemudian ibu menjadi sosok penting yang akan menentukan maju mundurnya sebuah bangsa, sebab bangsa yang besar berangkat dari masyarakat maju yang terbangun atas keluarga-keluarga yang baik.


Kewajiban Anak


Dalam dimensi kekeluargaan, membalas kasih ibu merupakan kewajiban bagi sang anak. Anak yang hanya bisa memberikan cinta, perhatian, hormat dan doa kepada ibu tidak akan mampu untuk membalas pengorbanan yang telah ibu berikan bagi masa depan anak-anaknya. Meskipun ibu telah wafat, masih menjadi kewajiban bagi sang anak untuk mendoakannya sebagai bentuk pengabdian. Apalagi jika melihat perkembangan sosial saat ini, di mana peran ibu tidak sekadar dalam ranah domestik namun juga pada saat yang sama ibu juga mampu berperan dalam ranah publik, sehingga beban kerja ibu semakin besar.


Di wilayah pesisir pedalaman, misalnya, menunjukkan bagaimana sosok ibu di kalangan nelayan dan petani memiliki jam kerja yang jauh lebih tinggi dibandingkan suami. Ibu dituntut tidak saja mengelola rumah tangga, namun juga menjadi bagian penting keluarga dalam memperoleh penghasilan. Jam kerja ibu mulai dari jam empat pagi menyiapkan sarapan, bersih-bersih rumah hingga jam sembilan malam menidurkan anak. Di siang hari, sang ibu juga harus bekerja. Kondisi inilah yang kemudian menghadirkan persoalan bagi seorang ibu, yang memerlukan penanganan melalui kebijakan yang tepat.


Sejumlah persoalan tersebut di antaranya adalah angka kematian ibu (AKI) masih menunjukkan tingkat yang cukup tinggi. Di Jawa Tengah misalnya, AKI pada tahun 2010 mencapai 104,97 per 100.000 kelahiran hidup. Selain itu masih tingginya angka buta huruf di kalangan ibu. Sementara itu, kekerasan yang dialami oleh ibu dalam rumah tangga tercatat 1.239 kasus di Jawa Tengah pada tahun 2009.


Rentetan persoalan tersebut membutuhkan kebijakan yang konsisten agar dapat terselesaikan secara efektif. Demikian halnya dengan tingginya angka putus sekolah di kalangan anak perempuan usia sekolah. Merekalah nantinya yang akan menjadi ibu dan mengasuh sang anak.


Mencerdaskan perempuan sebagai upaya meningkatkan  kesejahteraan ibu dan membangun masyarakat maju perlu memperoleh prioritas kebijakan. Selamat Hari Ibu.

Kemegahan Dekade Trans TV untuk Indonesia

 Jakarta – Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-10, Trans Corp menggelar pertunjukan megah bertajuk ‘Dekade TRANS untuk Indonesia’ yang merangkum perjalanan selama 10 tahun Trans TV.


Melalui sejumlah program Trans TV dan disusul Trans 7 sebagai media yang memberi informasi dan menghibur bangsa Indonesia. Dengan tampilan megah, acara Dekade akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Plenary Hall pada Kamis (15/12) malam.


“Berangkat dari konsep, 10 adalah angka yang dianggap bagus dan mendekati sempurna. Moment ini kami jadikan review kembali. Kami selalu menitikberatkan pada program buatan sendiri dan akan kami jadikan tampilan hiburan untuk besok,” ucap Reno F. Junirman dari Trans Corp di JCC, Mezannine Floor, Rabu (14/12).


Kemeriahan Dekade TRANS untuk Indonesia akan dipandu presenter terkenal Sarah Sechan dan Omesh. Acara ini juga akan disiarkan langsung pada 15 Desember pukul 19.00 WIB, oleh Trans TV dan Trans 7.


Banyak musisi yang akan ikut memeriahkan seperti penyanyi legendaris Iwan Fals, Agnes Monica, Afgan, Vidi Aldiano, Syahrini, Anang & Ashanti, Kristina, Inul Daratista, Putri Ayu, Jidji, Ungu, d’Masiv, Armada, Kotak, Geisha, The Virgin, Wali, Vierra, SM*SH dan 7 Icons.


Tak ketinggalan, Opera Van Java dan Comedy Project yang akan berkolaborasi dalam salah satu hiburan untuk mengelitik perut pemirsa.


Mengusung panggung multimedia sebagai kekuatan teknologi dan desain kostum futuristik, acara ini akan menampilkan pentas berbeda.

Incoming search terms:

  • 7 icon
  • vanilla 7 icons
  • gambar 7icons
  • 7 icons vanilla
  • foto 7 icon
  • vanilla girl band indonesia
  • vanilla 7icons
  • seven icon linzy
  • linzy seven icon
  • vanilla seven icon

7 Icons Tampil Spektakuler – Surabaya Post

7 Icons Tampil Spektakuler
Sabtu, 17/12/2011 | 10:05 WIB JAKARTA – Penampilan girlband yang namanya tengah maik daun, 7 Icons mendapat banyak apresiasi dari berbagai kalangan saat  turut serta memeriahkan acara HUT stasiun televisi swasta nasional yang ke-10 belum lama ini. Maklum, mereka tampil spektakuler, sehingga sangat berbeda dari penampilan biasanya.

Dalam penampilan kali ini, girlband yang digawangi oleh tujuh dara cantik asal Surabaya itu didukung koreografi yang spektakuler. Mereka menyanyi dengan penari latar yang berjumlah 28 orang.

“Selain kostum (yang berbeda), dancer-nya tadi ada 28 orang,” ujar PJ saat ditemui Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.

“Untungnya nggak kesulitan sih, mereka cepat menghafal gerakan 7 Icons,” tambahnya menjelaskan.

Selain itu, grup vokal yang melejit lewat tembang ‘Playboy’ itu juga mengaransemen ulang lagu tersebut menjadi berbeda dari biasanya. “Aransemen lagu ‘Playboy’ juga berbeda dari biasanya,” tambah Vanilla.

Perbedaan penampilan dan performance yang terus meningkat itu tidak lepas dari pola dan gaya hidup mereka sehari-hari. Kelompok band wanita asal Kota Pahlawan ini  tak hanya kompak ketika berada di atas panggung. Saking kompaknya, tujuh perempuan itu juga sampai mandi bareng.

“Kita semua serumah. Jadi, tidur bareng, mandi bareng, makan bareng. Pokoknya semuanya dijalankan bareng-bareng,” ungkap salah satu personel, Angela saat ditemui di Barcode, Kemang, Jakarta Selatan.

Para pelantun ‘Playboy’ itu memang terlihat kompak dan ceria. Bahkan, gara-gara tinggal satu atap mereka pun mengaku semakin tak terpisahkan.

Ke tujuh personelnya, Linzy, Vanilla, Angela Tee, Grace Wohangara, Natly, Mezty, dan PJ memang masih berusia belia. Mereka pun mengaku mempunyai karakter sama, yaitu cerewet.

“Malah lebih rame dari ini kita biasanya, soalnya semuanya pada cerewet, makin malam kita malah makin rame,” tutur PJ seraya tertawa. dtc

Terdapat komentar untuk berita ini.Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan kometar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Zaman dahulu kala, ketika kendaraan bermotor masih ‘langka’ di Surabaya, cikar glodak menjadi pilihan utama transportasi,…Korup, Rp 15 T Kabur
Otonomi daerah belum tentu membuat bagus Langgengkan Kekuasaan, ’Politik Dinasti’ Jangkiti Probolinggo
Asal korupsinya nggak ikut langgeng Tersangka Minta Uang, Sebut Cak Imin
Kayaknya masih sakti namanya

Incoming search terms:

  • 7icons
  • foto 7 icons
  • 7 icons girlband
  • mezty 7 icons
  • foto 7icons
  • 7icons girl band
  • foto foto 7 icons
  • foto mezty 7 icons
  • grace 7 icons
  • pj 7icon

Reza Rahadian Putar Ulang Kejadian Tsunami


Reza Rahadian


Ada berbagai cara yang ditempuh seorang aktor untuk dapat memainkan peranannya dengan baik. Begitu juga dengan aktor Reza Rahadian.


Dalam film terbarunya ‘Hafalan Shalat Delisa’, Reza berperan sebagai Abi Usman, seorang ayah dari empat anak perempuan. Film ini diangkat dari sebuah novel berjudul sama, yang ditulis oleh Tere Liye. Sesuai dengan isi novelnya, ‘Hafalan Shalat Delisa’ dilatarbelakangi kejadian tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 silam.


“Yang sulit adalah bagaimana referensi batin seorang ayah dalam keadaan seperti itu. Mau nggak mau akhirnya saya menonton (rekaman) kejadian itu lagi,” kata Reza saat ditemui di Planet Hollywood, Gatot Subroto, Jakarta Selatan.


Reza mengaku keterlibatannya dalam film tersebut sempat membuatnya menahan airmata lantaran ceritanya begitu menyentuh. “Ada satu adegan yang membuat tangisan saya berlanjut. Selesai ‘cut’ saya ke belakang tempat sutradara dan menangis lagi,” ujar pria yang pernah menyutradarai film pendek tersebut.


Bintang yang pernah menyabet piala FFI (Festival Film Indonesia) tahun 2010 itu melakukan proses syuting selama 20 hari di daerah Ujung Genteng dan Bogor. Lokasi pengambilan gambar sengaja tidak dilakukan di Aceh. Menurut sang sutradara Sony Gaokasak, mereka punya alasan tersendiri.


“Kalau kita bikin di situ, kita perlu pertimbangkan perasaan saudara-saudara yang ada di sana lagipula kondisinya sudah tidak sama lagi seperti sebelum terjadi tsunami. Biar bagaimanapun, Lhok Nga tidak akan tergantikan dan selalu ada di hati,” ujarnya di tempat yang sama.


Dalam film ini Reza beradu akting dengan Nirina Zubir, Mike Lewis dan beberapa pemain cilik. ‘Hafalan Shalat Delisa’ rencananya akan dirilis pada 22 Desember 2011.

Incoming search terms:

  • reza rahadian

Reza Rahadian Rindu Sinetron Ciri Khas Indonesia

Bagi aktor Reza Rahadian, untuk bersedia menerima tawaran bermain sinetron adalah sesuatu yang harus dia pikirkan. Saat dijumpai di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (13/12), Reza membeberkannya.

“Saya merindukan cerita-cerita sinetron seperti Keluarga Cemara, Losmen, kok bagus ya? Mudah-mudahan sinetron kita ke depan bisa membawa budaya Indonesia, biar penonton gak berpikir terlalu keras. Tapi emang balik lagi ke market, saya gak ngerti apa maunya market,” beber Reza.

Aktor yang meraih Piala Citra saat FFI 2010 itu mengaku bahwa untuk berakting, dirinya tidak menampik untuk mengharapkan mendapatkan sebuah bukti kualitas akting.

“Kalo ada kesempatan buat milih peran, saya mau yang paling baik. Saya gak bisa sesuka aja ya, karena ada kebutuhan yang muncul. Untung saya dapat peran positif dan cerita yang baik. Meski cuma main film 2-3 kali, Alhamdulillah masuk nominasi di berbagai festival,” jelasnya bangga.

Disinggung mengenai apa obsesi ke depannya, Reza rupanya ingin menjadi sutradara yang bisa membuat film mengenai Indonesia.