Surabaya – Beragam kegiatan diwujudkan memperingati Hari Ibu. Seperti yang dilakukan siswa-siswi Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (SD SAIMS). Mereka mengangkat legenda lokal masyarakat Surabaya, Sarip Tambak Oso.
Aksi ini digelar di depan gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jawa Timur, Jalan Manyar Surabaya, Kamis (22/12/2011) dengan berbusana ala Sarip dan Ibunya. Diharapkan menjadi cerminan karakter yang patut ditiru oleh anak-anak
50 Siswa kelas 1 SD SAIMS dengan membagikan flyer berbentuk daun semanggi yang berisi 4 karakter Sarip yakni pemberani, simpatik, religius dan patuh pada ibu. Para siswa juga membentangkan beberapa spanduk berukuran 80 x 50cm bertuliskan harapan mereka agar legenda Sarip Tambak Oso tidak hanya dibaca, melainkan diteladani sifat baiknya.
“Sarip adalah pemuda asal Desa Tambak Oso di selatan daerah Gunung Anyar Surabaya. Sarip hidup di masa penjajahan dikenang sebagai pahlawan yang gagah berani melawan penjajah, membela kaum lemah, rajin beribadah dan sangat patuh pada ibunya,” terang Ferdiansyah kepada anak didiknya.
Para siswa juga longmarch dari Perpusda menuju ke Panti Wreda khusus wanita Hargo Dedali di Jalan Manyar Kartika IX/22-24, Surabaya. Anak-anak mengucapkan selamat hari ibu kepada penghuni panti jompo dengan menyanyikan lagu ‘Kasih Ibu’ diiringi gesekan musik biola oleh Canina Kaysha.
Puncaknya, tiga siswa (Dilla, Reza, Faiz) bergantian bercerita tentang legenda Sarip Tambak Oso untuk para nenek. Mbah Niem (108), salah satu penghuni Panti Hargo Dedali yang paling tua mengaku sangat gembira atas kedatangan anak-anak.
“Saya sangat bahagia melihat kedatangan mereka, jadi ingat sama cucu dan buyut saya,” ungkap Mbah Niem dengan bibir gemetar.
Dengan mengenang legenda Sarip Tambak Oso diharapkan anak-anak bisa memahami pentingnya berbakti dan patuh pada orang tua, utamanya kepada ibu. Rasa patuh pada ibu semoga menjadi salah satu karakter yang dimiliki anak-anak sehingga kelak menjadi generasi hebat.